Sabtu, 17 Maret 2012

Punya Anak Berbobot 300 Kg, Rumah Perempuan Ini Digusur

Aulia Akbar
Jum'at, 16 Maret 2012 08:37 wib
 5  50 0
Foto : Joseph DiBenedetto dan ibunya (daily mail)
Foto : Joseph DiBenedetto dan ibunya (daily mail)
CONNECTICUT - Seorang pria dengan berat badan 300 kilogram Joseph DiBenedetto mengatakan, bobotnya yang sangat berat membuat rumah ibunya terancam digusur. Ibunya pun masih memperdebatkan masalah penggusuran itu di pengadilan.

DiBenedetto yang menderita penyakit obesitas itu juga dibenci oleh sejumlah pemilik lahan yang menyewakan rumahnya untuk keluarga DiBenedetto. Bobot tubuhnya yang sangat besar merusak tangga dan melubangi lantai rumah.

"Ketika tangga rusak, saya langsung disalahkan. Saya pun selalu disalahkan dalam segala hal yang muncul di sini. Hidup menjadi tampak sulit dari hari ke hari," ujar DiBenedetto, seperti dikutip News 8, Jumat (16/3/2012).

"Ketika saya masih remaja, masalah ini tidak terlalu besar, namun saat ini, saya digusur karena obesitas, dan hal itu sangat tidak masuk akal," imbuhnya.

Kerusakan-kerusakan yang ada di rumahnya dinilai cukup fatal, ibunda dari DiBenedetto mengatakan, lantai rumah yang berlubang sangat berbahay bagi cucu-cucunya yang masih kecil.

DiBenedetto juga tidak dapat bekerja karena obesitasnya, pria berusia 25 tahun itu mengatakan, dirinya makin bertambah gemuk ketika dia dan ibunya pindah rumah empat tahun yang lalu. Saat ini, DiBenedetto menghabiskan waktunya dengan duduk di kursi dan menghirup oksigen yang ada di dalam tangki.

Pemilik lahan itu bahkan terus berjuang untuk menjelaskan ke keluarga DiBenedetto bahwa dirinya tidak ingin DiBenedetto dan ibunya menjadi konsumen yang menyewa lahan tempat tinggalnya.(AUL)

Rabu, 07 Maret 2012

Presiden SBY Tercatat 3 Kali Naik & Turunkan Harga BBM

Posted by lihatberita | Pada : 11:28 AM

Jakarta - Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi Zaenal A Budiyono mengatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak bersifat mutlak.

Selama memerintah sejak 2004, pemerintahan SBY sudah tiga kali menaikkan harga BBM. Namun dalam periode yang sama, harga BBM juga tiga kali diturunkan.

“Artinya, kenaikan harga BBM itu tidak mutlak, karena sewaktu-waktu bisa diturunkan, disesuaikan mekanisme ekonomi yang ada,” ujar Zaenal dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (6/3/2012).

Jika melihat asumsi harga minyak dunia APBN 2012, yaitu 90 dolar Amerika Serikat per barel, pemerintah akan menanggung beban subsidi yang sangat besar, karena harga minyak sekarang berkisar 115 dolar Amerika Serikat per barel.

“Pemerintah harus menyelamatkan anggaran, supaya tidak mengganggu pembiayaan program-program untuk rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan dan lain-lain,” ungkap Zaenal.

Secara politik dan ekonomi, Zaenal melihat menaikkan BBM bukanlah tindakan yang populis. “Tapi kita juga harus realistis,” tambahnya.

Dalam pandangannya, kenaikan harga BBM tidak berdiri sendiri, karena sangat terkait dengan perkembangan ekonomi global, terutama menyangkut harga minyak dan nilai tukar rupiah.

“Saya pikir para pengamat dan elite politik yang sekarang banyak mengkritik kebijakan pemerintah bisa menganalisis perkembangan ekonomi global. Karena dengan analisis, kritik akan lebih fair,” tegas Zaenal.